Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Hukum · 1 Nov 2023 06:52 WIB ·

Diduga Hindari Konfirmasi Wartawan, Gatot Irawan : BNNP Jatim Telah Langgar UU Pers


 Diduga Hindari Konfirmasi Wartawan, Gatot Irawan : BNNP Jatim Telah Langgar UU Pers Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Terkait pemberitaan sebelumnya, tentang pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) yang terkesan enggan dikonfirmasi apabila tidak ada surat konfirmasi, membuat Gatot Irawan selaku Ketua Majelis Pers dan Pemimpin Redaksi Panji Nasional angkat bicara.

Gatot Irawan sangat menyayangkan perlakuan BNNP Jatim terhadap wartawan dan terkesan mencari alasan menghindari wartawan dengan harus melayangkan surat dulu jika ingin konfirmasi.

“Mereka itu wartawan yang setiap saat wajib melakukan konfirmasi terkait adanya penemuan. Jika melayangkan surat itu LSM atau lembaga bukan wartawan,” terang sesepuh media Surabaya tersebut kepada Liputan Cyber.com, Rabu (01/11/2023).

Lanjut Gatot, hal tersebut sudah tertera di UU Pers No.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi.

“Jika harus mengirim surat dulu, jelas mereka mencari-cari alasan supaya tidak mau di konfirmasi. Dan itu jelas BNNP Jatim telah melanggar UU Pers No.40 tahun 1999 tentang pers,” ungkapnya.

Perlu diketahui, sebelumnya viral pemberitaan terkait penangkapan oknum kepala desa Bondowoso berinisial M bersama temannya S dan 8 orang lainnya oleh Satresnarkoba Polres Jember saat sedang asyik mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Untuk 8 orang dilakukan proses lanjut dan di tahan. Sedangkan untuk oknum kepala desa dan temannya, dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Bondowoso.

Namun sangat disayangkan, setelah 1 hari dilimpahkan ke Polres Bondowoso, oknum kepala desa dan temannya dilakukan asesmen ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim.

Untuk kepala desa berinisial M dilakukan Asesmen Medis. Sedangkan temannya berinisial S dilakukan Team Asesmen Terpadu (TAT).

Perbedaan asesmen di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim terhadap 2 pelaku narkoba yang sebelumnya sempat memanas dikalangan media mendapat sorotan publik.

Pasalnya, perbedaan asesmen tersebut diduga untuk menyamarkan data perkara oknum kepala desa yang tersangkut permasalahan peredaran narkotika.

Oknum kepala desa berinisial M dilakukan Asesmen Medis oleh Dokter dari BNNP Jatim. Sedangkan temannya berinisial S dilakukan Team Asesmen Terpadu (TAT) yang dihadiri oleh pihak kepolisian dan petugas dari kejaksaan.

Sementara itu, wartawan yang hendak konfirmasi ke Kasi TAT Ibu Sofie, Kabid Pemberantasan dan Kasi Humas BNNP Jatim, beralasan semuanya tidak ada di kantor serta diharapkan untuk membuat surat konfirmasi terlebih dahulu jika ingin dilayani. (Sya)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Diduga Karna Mabuk, Sopir Truk Tronton Tabrak Pengendara Sepeda Motor Hingga Tewas

30 April 2025 - 16:55 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa Jelang May Day 2025

30 April 2025 - 12:01 WIB

Maria Piala Pelaku Kredit Fiktif Berhasil ditahan oleh Kejaksaan Negeri Surabaya

30 April 2025 - 11:56 WIB

FKAUB Malang Peringati Kartini: Perempuan Jadi Inspirasi Dalam Mempromosikan Kerukunan Umat Beragama

30 April 2025 - 11:50 WIB

Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Menghadiri Kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika dan Deklarasi Anti Narkoba di Kabupaten Sampang

30 April 2025 - 06:46 WIB

Berbekal Dari Vidio CCTV, Polres Bangkalan Amankan 1 Pelaku Begal Seorang Guru Di Geger

30 April 2025 - 03:02 WIB

Trending di Bangkalan
error: Content is protected !!